Minggu, 06 Juli 2014

Membumikan Rukun Islam

1. Syahadat.
    Sayahadat adalah kesaksian atau bentuk pengakuan seorang hamba kepada sang khlaiq. Rukun islam yang pertama ini tidak hanya sekedar dibaca melainkan dimaknai difahami serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari hati. Duan kalimat ini merupakan kalimat yang sakral bagi ummat islam yang memahami, karena kalimat ini merupakan kalimat awal yang menandakan keislaman seseorang. Oleh karena itu dapat kita menelaah kembali dengan bertanya pada diri sendiri, yang manakah yang dimaksud oleh dua kalimat syahadat ini? Apakah keislaman seseorang itu sah hanya dengan membaca dua kalimat syahadat?
     Kalimat asyhadu anla ilaha illallah yang berarti aku bersaksi bahwa tiada Tuhan, tiada pemilik, tiada pencipta, tiada sesuatupun yang patut kita sembah kecuali Allah.Nah, mari kembali kita bertanya pada diri sendiri apakah kita selaku ummat islam sendiri telah sesuai dengan apa yang dimaksud oleh dua kalimat syahadat di atas? Tiada yang patut kita sembah kecuali Allah Swt, tiada pemilik, tiada pencipta kecuali Dia. Bagaimana dengan diri kita? Apakah sudah bersyahadat? Bersyahadat disini bukan hanya sekedar dibaca melainkan penuh dengan keyakina untuk menjalaninya. Apakah Allah yang betul-betul kita jadikan pemilik, atau kah yang memiliki kita adalah pacar kita, orang tua kita atau siapa? apakah ibadah kita murni karena Allah, tanpa mengharap imbalan pahala, atau ibadah yang karena menggugurkan kewajiban, atau karena riya, takut neraka atau karena mengharap surga? jika ibadah kita masih demikian, mari kembali lagi belajar dan lebih memperdalam makna syahadat tersebut. Demi pemurnian ibadah kita kepada Allah Swt.
     Begitupula hlanya dengan waasyhadu anna muhammadarasulullah. Apakan betul-betul yang kita kerjakan yang kita perbuat sudah sesuai dengan tuntunan rasulullah? apakah betul-betul hadits yang kita jadikan pedoman dalam melangkah dan berbuat sehari-hari? tentu kembali bertanya pada diri sendiri.
2. Mendirikan Shalat.
   Mendirikan shalat merupakan wujud keislaman seseorang atau rukun islam yang kedua yang perlu terpenuhi untuk masuk pada islam itu sendiri. Shalat merupakan tiang agama dan juga merupakan benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat tidak hanya dipandang dari segi gerakannya saja, namun tentu memiliki arti dan pemahaman yang mendalam pula.
     Yang dimaksud shalat dalam pembahasan ini adalah kebenaran, mendirikan dan menegakkan shalat (kebenaran) dimulai dari dalam diri kita sendri yakni jiwa dan hati kita. Senantiasa selalu memperhatikan kejadian kejadian yang terjadi di dalam hati kita sebelum bertindak, dan berbuat begitu juga sebelum mengeluarkan ucapan, tentu yang sangat perlu diperhatikan adalah isi hati kita, apakah sudah benar atau kebohongan yang kita ucapkan atau justru dusta.
     Banyak ayat ayat yang menjelsakan tentang shalat, salah satunya hadits qudsi rasulullah Saw. Jangan sekali kali kamu masuk dalam mesjidku untuk beribadah kepadaku sebelum kamu mengembalikan harta rampasanmu. Harta rampasan yang dimaksud disini ialah, segala bentuk tindak tanduk manusia yang tidak benar baik yang ada di dalam hati atau menyakngkut perasaan pada jiwa. semuanya itu terlebih dahulu dikembalikan kepada pemiliknya yakni penggoda keburukan itu sendiri atau iblis sebelum melaksanakan ibadah shalat lima waktu. karena sesungguhnya pada shalat lima waktu itu merupakan ibadah yang sangat sakral yang tidak begitu saja dikerjakan, melainkan harus disertai dengan ilmu.
     Membahas shalat tentu sangatlah panjang dan tiada habisnya Insya ALlah jadi utnuk lebih mendalami tentang shalat yang sesungguhnya dan sebenarnya silahkan cari organisasi Tapak wali indonesia. Disanalah di ajarkan pemahaman tentang Islam yang sesungguhnya.
3. Puasa
    Puasa adalah pensucian diri. Banyak orang melaksanakan ibadah puasa namun yang ia peroleh tidak hanyalah lapar dan haus. Kenapa demikian? itu karena kurangnya ilmu sebelum melaksankan ibadah itu sendir, penulis pun demikian sebelum pemahaman ini dipahamkan oleh Allah melalui ilmunya dari seorang guru yang mursyid. Sesungguhnya yang dipuasakan adalah jiwa kita. Berpuasa atau mensucikannya dari segala bentuk hawa nafsu yang biasa bergejolak di dalamnya. Berpuasa dan melatih jiwa untuk senantiasa selalu sabar, merendah tidak sombong, tidak angkuh, tidak iri hati dengki dan khilaf diri. Begitu pula melaith jiwa senantiasa selalu qanaah, berjiwa besar dengan penuh keyakinan kepada Yang Maha Kuasa.
4. Zakat
    Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki untuk saudara-saudara kita yang membutuhkannya yang layak untuk diberikan. Zakat merupakan bentuk pensucian harta benda atau segala yang Allah karuniakan kepada kita. Mensucikan harta benda dalam artian senantiasa selalu memiliki jiwa ingin membantu sesama dalam artian melayani kebutuhan dan memberikan sebagian dari apa yang kita miliki.
5. Menunaikan Ibadah Haji 
   Setelah menunaikan dari empat rukun Islam di atas, barulah kita menunaikan yang kelima ini. Artinya apa, tunaikan dulu yang keempat itu baru kita naik ibadah haji yakni mensucikan diri kita atau menyempurnakan kesuciannya Allah taala.
    Pembaca yang budiman, masih banyak yang penulis ingin bagi kepada kita semua namun ada sesuatu dan llain hal sehingga apa yang penulis fahami tentang Islam dan rukun Islam tidak sepenuhnya dituangkan keadalam bacaan inil. Saran saya sebagai penulis yaitu untuk lebih memahami dan memperdalam keislaman kita tanpa keraguan silahkan mencari organisasi yang diakui oleh pemerintah yakni Tapak Wali Indonesia disanalah penulis mendapat pencerahan kerohanian dan kebathinan serta pemurnian ibadah dan keislaman dari seorang guru yang mursyid.
Wassalam....

Tidak ada komentar: